Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang Berorientasi Pada Nilai

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang Berorientasi Pada Nilai 

Pembelajaran pendidikan agama Islam yang selama ini berlangsung agaknya terasa kurang terkait atau kurang concern terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi "makna" dan "nilai" yang perlu diinternalisasikan dalam diri peserta didik, untuk selanjutnya menjadi sumber motivasi bagi peserta didik untuk bergerak, berbuat dan berperilaku secara kongkret agamis dalam kehidupan praktis sehari-hari. 
 \
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang Berorientasi Pada Nilai
Bila kita mengamati fenomena empirik yang ada dihadapan dan sekeliling kita maka tampaklah bahwa pada saat ini terdapat banyak kasus kenakalan di kalangan pelajar. Timbulnya kasus-kasus tersebut memang tidak semata-mata karena kegagalan PAI di sekolah yang lebih menekankan aspek kognitif, tetapi bagaimana semuanya itu dapat mendorong serta menggerakkan GPAI untuk mencermati kembali dan mencari solusi lewat pengembangan pembelajaran pendidikan agama Islam yang berorientasi pada pendidikan nilai (afektif).

Dalam mengantisipasi berbagai tantangan tersebut, pembelajaran pendidikan agama Islam tidak mungkin dapat berhasil dengan baik sesuai dengan misinya bilamana hanya berkutat pada transfer atau pemberian ilmu pengetahuan agama sebanyak-banyaknya kepada peserta didik, atau lebih menekankan aspek kognitif. Pembelajaran PAI justru harus dikembangkan ke arah proses internalisasi nilai (afektif) yang dibarengi dengan aspek kognitif sehingga timbul dorongan yang sangat kuat untuk mengamalkan dan menaati ajaran dan nilai-nilai dasar agama yang telah terinternalisasikan dalam diri peserta didik (psikomotorik) 

 Pembelajaran PAI sebenarnya lebih banyak menonjolkan aspek nilai, baik nilai ketuhanan maupun kemanusiaan, yang hendak ditanamkan dan/atau ditumbuhkembangkan ke dalam diri peserta didik sehingga dapat melekat pada dirinya dan menjadi kepribadiannya.

 Menurut Noeng Muhadjir dalam Muhaimin, ada beberapa strategi yang
bisa digunakan dalam pembelajaran nilai, yaitu
(1) strategi tradisional;
(2) strategibebas;
(3) strategi reflektif;
(4) strategi transinternal.